FindHajj

Tata Cara Haji, Langkah demi Langkah

Haji sebagaimana yang dilakukan Nabi ﷺ, hari demi hari — dari Hari Tarwiyah hingga tawaf wadak — dengan dalil-dalil yang sahih dan penghitung untuk digunakan di tempat-tempat manasik.

6 hari: 8–13 Zulhijah4 rukun3 jenis haji

Urutan langkah-langkah haji

  1. Hari Tarwiyah (8 Zulhijah): berihram haji (bagi yang berhaji tamatuk), berangkat ke Mina dan bermalam di sana.
  2. Hari Arafah (9 Zulhijah): wukuf di Arafah dengan zikir dan doa hingga matahari terbenam.
  3. Malam di Muzdalifah: menjamak Magrib dan Isya, lalu mabit di sana hingga Subuh.
  4. Hari Nahar (10 Zulhijah): melontar Jamrah Aqabah, lalu menyembelih hadyu, lalu mencukur atau memendekkan rambut, lalu tawaf ifadah dan sai.
  5. Hari-hari Tasyrik (11–13): mabit di Mina dan melontar tiga jamrah setiap hari setelah tergelincir matahari.
  6. Tawaf wadak: amalan terakhir di Baitullah sebelum pulang.
Rute jemaah haji: Makkah, Mina, Arafah, Muzdalifah, lalu kembali ke Mina dan MakkahMakkahMinaMuzdalifahArafahHari ke-8Pagi hari ke-9Petang ke-9Subuh ke-10Hari ke-10: ifadah, lalu kembali ke Mina
Jarak perkiraan: Mina sekitar 7 km dari Masjidilharam dan Arafah sekitar 20 km; Muzdalifah terletak di antara Mina dan Arafah.

Sebelum haji

  • Izin (tasrih): berhaji tanpa izin tidak diperbolehkan, berdasarkan pernyataan Dewan Ulama Senior (Hai’ah Kibar al-‘Ulama). Pendaftaran melalui platform Nusuk atau instansi resmi di negara Anda.
  • Ihram dari miqat: seperti dalam umrah — mandi, memakai wewangian, mengenakan pakaian ihram — serta menjauhi larangan-larangannya. Rinciannya dan daftar miqat ada di panduan umrah.
  • Bulan-bulan haji: Syawal, Zulkaidah, dan sepuluh hari pertama Zulhijah. "(Musim) haji itu (pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi." QS. Al-Baqarah: 197

Nabi ﷺ bersabda (maknanya): "Ambillah dariku manasik kalian, karena aku tidak tahu apakah aku masih akan berhaji setelah hajiku ini." Muslim 1297

Jenis-jenis haji: tamatuk, kiran, dan ifrad

Jemaah memilih salah satunya ketika berihram di miqat.

JenisCaranyaTalbiahHadyuSai
TamatukBerihram umrah pada bulan-bulan haji, menyelesaikannya dan bertahalul, lalu berihram haji pada Hari Tarwiyah dari tempatnya ("Labbaika ‘umratan mutamatti‘an bihā ilal-ḥajj").لبيك عمرة متمتعًا بها إلى الحجWajibDua kali: untuk umrah dan untuk haji
KiranBerihram umrah dan haji sekaligus, dan tetap dalam ihram sampai Hari Nahar ("Labbaika ‘umratan wa ḥajjan").لبيك عمرة وحجًّاWajibSekali
IfradBerihram haji saja, dan tetap dalam ihram sampai Hari Nahar ("Labbaika ḥajjan").لبيك حجًّاTidak wajibSekali

Mana yang paling utama? Para ulama berbeda pendapat: tamatuk paling utama menurut mazhab Hanbali — Nabi ﷺ memerintahkannya kepada para sahabat yang tidak membawa hewan hadyu al-Bukhari dan Muslim — kiran menurut mazhab Hanafi, dan ifrad menurut mazhab Maliki dan Syafi‘i. Yang berhaji tamatuk melaksanakan umrahnya seperti dalam panduan umrah, lalu bertahalul.

Hadyu tamatuk dan kiran: seekor kambing, atau sepertujuh unta atau sapi, disembelih pada Hari Nahar atau hari-hari Tasyrik; kuponnya dapat dibeli melalui lembaga resmi. Siapa yang tidak mendapatkannya berpuasa tiga hari selama haji dan tujuh hari setelah pulang. "Apabila kamu dalam keadaan aman, maka siapa yang mengerjakan umrah sebelum haji, dia (wajib menyembelih) hadyu yang mudah didapat." QS. Al-Baqarah: 196

8 Zulhijah
1
Hari pertama

Hari Tarwiyah

  • Yang berhaji tamatuk berihram haji pada waktu duha hari ini dari tempatnya di Makkah, dengan melakukan apa yang dilakukannya di miqat: mandi dan memakai wewangian. Yang berhaji kiran atau ifrad masih dalam keadaan ihram.
  • Jemaah berangkat ke Mina dan salat Zuhur, Asar, Magrib, Isya, dan Subuh di sana, mengqasar salat empat rakaat tanpa menjamak, serta bermalam di sana. Muslim 1218
Talbiah — diperbanyak sejak ihram hingga melontar Jamrah Aqabah

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ

Labbaikallāhumma labbaik, labbaika lā syarīka laka labbaik, innal-ḥamda wan-ni‘mata laka wal-mulk, lā syarīka lak

Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.

al-Bukhari 1549; Muslim 1184

Bermalam di Mina pada malam 9 Zulhijah adalah sunah, bukan wajib. Banyak rombongan langsung membawa jemaah ke Arafah; ikuti arahan rombongan Anda.

9 Zulhijah
2
Hari kedua — rukun haji yang paling agung

Hari Arafah

Nabi ﷺ bersabda (maknanya): "Haji itu adalah Arafah." at-Tirmizi 889 dan lainnya, dinilai sahih oleh al-Albani

  • Setelah matahari terbit, jemaah berangkat ke Arafah. Setelah matahari tergelincir, ia salat Zuhur dan Asar dengan jamak dan qasar, dengan satu azan dan dua iqamah. Muslim 1218
  • Pastikan Anda berada di dalam batas Arafah — ada papan penunjuk batasnya — karena lembah ‘Uranah tidak termasuk Arafah.
  • Fokuslah berzikir dan berdoa menghadap kiblat sambil mengangkat tangan. Anda tidak harus melihat Jabal Rahmah: (maknanya) "Aku wukuf di sini, dan seluruh Arafah adalah tempat wukuf." Muslim 1218
  • Jemaah haji tidak berpuasa pada Hari Arafah; Nabi ﷺ minum pada hari itu dan orang-orang menyaksikannya. al-Bukhari 1658; Muslim 1123
  • Tetaplah di sana sampai matahari terbenam, lalu berangkatlah ke Muzdalifah dengan tenang.
Sebaik-baik doa adalah doa Hari Arafah

لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamd, wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr

Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya; milik-Nya kerajaan dan pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

at-Tirmizi 3585, dinilai hasan oleh al-Albani

Nabi ﷺ bersabda: "Tiada hari di mana Allah paling banyak memerdekakan hamba dari neraka lebih dari hari Arafah." Muslim 1348

Doa-doa Hari Arafah dari Al-Qur’an dan Sunah (bahasa Arab) →
Malam 10 Zulhijah
3
Malam Nahar — wajib

Mabit di Muzdalifah

  • Setibanya di Muzdalifah, salatlah Magrib dan Isya dengan jamak, dan Isya diqasar dua rakaat. Muslim 1218
  • Bermalamlah di sana hingga Subuh, lalu salat Subuh di awal waktu, berzikir dan berdoa menghadap kiblat hingga langit sangat terang, kemudian berangkat ke Mina sebelum matahari terbit. Muslim 1218
  • Orang-orang lemah — seperti wanita, lansia, orang sakit, dan pendampingnya — boleh berangkat setelah tengah malam. al-Bukhari dan Muslim
  • Kerikil: boleh dipungut di Muzdalifah atau Mina, sedikit lebih besar dari biji kacang arab. Dibutuhkan 7 butir untuk Hari Nahar, lalu 21 butir untuk setiap hari Tasyrik.

"Maka apabila kamu bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy'arilharam." QS. Al-Baqarah: 198

10 Zulhijah — Hari Raya
4
Hari dengan amalan haji terbanyak

Hari Nahar

Empat amalan; sunahnya dilakukan berurutan seperti ini, tetapi siapa yang mendahulukan sebagian atas sebagian lainnya tidak mengapa: ketika ditanya, Nabi ﷺ bersabda (maknanya), "Lakukanlah, tidak mengapa." al-Bukhari 83; Muslim 1306

1. Melontar Jamrah Aqabah

Tujuh kerikil berturut-turut, bertakbir pada setiap lontaran, dan menghentikan talbiah saat mulai melontar. Muslim 1218

2. Menyembelih hadyu

Bagi yang berhaji tamatuk dan kiran; waktunya sampai akhir hari Tasyrik.

3. Mencukur atau memendekkan

Mencukur lebih utama bagi pria; wanita memendekkan sepanjang satu ruas jari.

4. Tawaf ifadah dan sai

Tawaf ifadah adalah rukun. Sai dilakukan setelahnya oleh yang berhaji tamatuk, serta oleh yang berhaji kiran dan ifrad jika belum sai setelah tawaf qudum.

Tahalul

  • Tahalul awal tercapai dengan melakukan dua dari tiga: melontar, mencukur atau memendekkan, serta tawaf dan sai bagi yang wajib sai — maka halal segala sesuatu kecuali hubungan suami istri.
  • Tahalul tsani tercapai dengan melakukan ketiganya — maka halal segala sesuatu.

Penghitung putaran tawaf ifadah

Penghitung perjalanan sai

Cara tawaf dan sai beserta skemanya ada di panduan umrah.

11, 12, dan 13 Zulhijah
5
Hari-hari Tasyrik

Mabit di Mina dan melontar jamrah

  • Bermalamlah di Mina pada malam 11 dan 12, serta malam 13 bagi yang mengakhirkan (nafar tsani).
  • Lontarlah tiga jamrah setiap hari setelah matahari tergelincir: (maknanya) "Rasulullah ﷺ melontar jamrah pada Hari Nahar di waktu duha, adapun setelahnya ketika matahari telah tergelincir." Muslim 1299
  • Urutannya: Jamrah Ula (Sughra, yang terdekat dengan Masjid al-Khaif), lalu Jamrah Wustha, lalu Jamrah Aqabah — tujuh kerikil untuk masing-masing, dengan bertakbir.
  • Setelah Jamrah Ula dan Wustha, majulah sedikit, menghadap kiblat, dan berdoalah panjang sambil mengangkat tangan; jangan berhenti setelah Jamrah Aqabah. al-Bukhari 1751
  • Nafar awal (ta‘ajjul): siapa yang ingin keluar pada tanggal 12 melontar setelah tergelincir matahari dan meninggalkan Mina sebelum matahari terbenam; jika tidak, ia wajib bermalam dan melontar pada tanggal 13. "Barang siapa mempercepat (meninggalkan Mina) setelah dua hari, maka ia tak berdosa." QS. Al-Baqarah: 203

Penghitung lontar jamrah

6
Wajib — amalan terakhir

Tawaf wadak

Apabila hendak meninggalkan Makkah, bertawaflah tujuh putaran mengelilingi Kakbah tanpa sai, agar amalan terakhir Anda di Baitullah. "Manusia diperintahkan menjadikan akhir amalan hajinya adalah di Baitullah (tawaf wadak), hanya saja untuk wanita yang sedang haid diberi keringanan (untuk tidak melakukannya)." al-Bukhari 1755; Muslim 1328 Gugur bagi wanita haid dan nifas.

Siapa yang mengakhirkan tawaf ifadah hingga waktu kepulangannya, maka itu sudah mencukupi dari tawaf wadak.

Haji Anda telah selesai — semoga Allah menerimanya. "Siapa pun yang menunaikan ibadah haji tanpa berbuat keji dan bertindak fasik, maka ia pulang (tanpa dosa) seperti hari ketika ia dilahirkan oleh ibunya." al-Bukhari 1521; Muslim 1350

Rukun dan wajib haji

Rukun (4)

Haji tidak sah tanpanya.

  1. Ihram
  2. Wukuf di Arafah
  3. Tawaf ifadah
  4. Sai antara Safa dan Marwah

Wajib (7)

Siapa yang meninggalkan salah satunya wajib membayar dam, menurut mayoritas ulama.

  1. Ihram dari miqat
  2. Wukuf di Arafah hingga matahari terbenam bagi yang wukuf di siang hari
  3. Mabit di Muzdalifah pada malam Nahar
  4. Mabit di Mina pada malam-malam Tasyrik
  5. Melontar jamrah
  6. Mencukur atau memendekkan rambut
  7. Tawaf wadak

Menurut pendapat yang masyhur dalam mazhab Hanbali; sebagiannya diperselisihkan antarmazhab.

Hukum khusus untuk wanita

  • Ia berihram dengan pakaiannya yang menutup aurat, tidak memakai cadar dan sarung tangan, dan tidak mengeraskan suara saat talbiah. al-Bukhari 1838
  • Wanita haid atau nifas melaksanakan semua manasik — wukuf di Arafah, mabit, dan melontar — kecuali tawaf, sampai ia suci: "Lakukan apa yang dilakukan orang yang haji, hanya saja jangan tawaf di Baitullah sampai engkau suci." al-Bukhari 305; Muslim 1211
  • Tawaf wadak gugur baginya jika ia haid sebelumnya; adapun tawaf ifadah tidak gugur.
  • Ia boleh berangkat dari Muzdalifah setelah tengah malam bersama orang-orang lemah, dan memendekkan rambutnya sepanjang satu ruas jari.

Kesalahan yang sering terjadi dalam haji

Para ulama telah memperingatkannya dalam kitab-kitab manasik.

Wukuf di luar batas ArafahSeperti tinggal seharian di lembah ‘Uranah atau bagian depan Masjid Namirah; wukuf di Arafah adalah rukun yang tanpanya haji tidak sah. Perhatikan papan penunjuk batas Arafah.
Meninggalkan Arafah sebelum matahari terbenamSunahnya tetap di Arafah sampai matahari terbenam, lalu berangkat ke Muzdalifah dengan tenang.
Menyia-nyiakan Hari ArafahDengan sibuk berfoto dan mengobrol alih-alih berdoa — terutama setelah Asar, waktu yang paling diharapkan.
Memaksakan diri mendaki Jabal RahmahMendaki atau mengusapnya untuk mencari berkah tidak disyariatkan. Nabi ﷺ bersabda (maknanya): "Aku wukuf di sini, dan seluruh Arafah adalah tempat wukuf." Muslim 1218
Mencuci kerikilMencucinya tidak ada dalilnya, dan tidak harus dipungut di Muzdalifah; boleh diambil dari mana saja.
Melontar dengan batu besar atau sandalSunahnya kerikil kecil (sedikit lebih besar dari biji kacang arab), dan melontar adalah ibadah, bukan tempat untuk mencaci atau marah.
Melontar tujuh kerikil sekaligusItu hanya dihitung satu kerikil; wajib dilontar satu per satu disertai takbir.
Melontar sebelum tergelincir matahari pada hari TasyrikPada hari-hari Tasyrik waktu melontar dimulai setelah matahari tergelincir, menurut mayoritas ulama.
Mewakilkan lontaran padahal mampuMewakilkan adalah keringanan bagi yang tidak mampu, seperti orang sakit, lansia, dan wanita hamil — bukan bagi yang mampu tetapi ingin menghindari keramaian.
Tidak mabit di Mina tanpa uzurMabit di Mina pada malam-malam Tasyrik termasuk wajib haji menurut mayoritas ulama.
Tinggal di Makkah setelah tawaf wadakTawaf wadak adalah amalan terakhir di Baitullah; siapa yang tinggal lama setelahnya hendaknya mengulanginya.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang haji

Apa saja rukun haji?

Rukun haji ada empat: ihram, wukuf di Arafah, tawaf ifadah, dan sai antara Safa dan Marwah. Siapa yang meninggalkan satu rukun, hajinya belum sempurna sampai ia melakukannya; dan siapa yang terlewat wukuf di Arafah, maka ia terlewat haji.

Apa saja wajib haji?

Menurut pendapat yang masyhur ada tujuh: ihram dari miqat, wukuf di Arafah sampai matahari terbenam bagi yang wukuf di siang hari, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina pada malam-malam Tasyrik, melontar jamrah, mencukur atau memendekkan rambut, dan tawaf wadak. Siapa yang meninggalkan salah satu wajib haji wajib membayar dam menurut mayoritas ulama.

Apa perbedaan haji tamatuk, kiran, dan ifrad?

Yang berhaji tamatuk berumrah, bertahalul, lalu berihram haji pada Hari Tarwiyah, dan wajib membayar hadyu. Yang berhaji kiran berihram umrah dan haji sekaligus dan wajib membayar hadyu. Yang berhaji ifrad berihram haji saja dan tidak wajib hadyu. Para ulama berbeda pendapat tentang yang paling utama: tamatuk menurut mazhab Hanbali, kiran menurut mazhab Hanafi, dan ifrad menurut mazhab Maliki dan Syafi‘i.

Bolehkah berhaji tanpa izin (tasrih)?

Tidak. Dewan Ulama Senior Arab Saudi telah menyatakan bahwa berangkat haji tanpa izin tidak diperbolehkan dan pelakunya berdosa, karena di dalamnya ada pelanggaran terhadap pemerintah dan membahayakan jemaah haji.

Berapa jumlah kerikil untuk melontar jamrah?

Tujuh butir pada Hari Nahar untuk Jamrah Aqabah, lalu dua puluh satu butir setiap hari Tasyrik — tujuh untuk setiap jamrah; jumlahnya 49 butir bagi yang nafar awal dan 70 butir bagi yang nafar tsani.

Kapan waktu wukuf di Arafah?

Menurut mayoritas ulama dimulai sejak tergelincir matahari pada tanggal 9 Zulhijah sampai terbit fajar Hari Nahar; siapa yang wukuf di Arafah pada saat mana pun dalam rentang ini, meskipun sebentar, ia telah mendapatkan haji.

Apa itu tahalul awal dan tahalul tsani?

Tahalul awal tercapai dengan melakukan dua dari tiga: melontar Jamrah Aqabah, mencukur atau memendekkan rambut, serta tawaf dan sai bagi yang wajib sai; maka halal segala sesuatu kecuali hubungan suami istri. Tahalul tsani tercapai dengan melakukan ketiganya, maka halal segala sesuatu.

Bolehkah meninggalkan Mina setelah dua hari (nafar awal)?

Boleh, berdasarkan firman Allah: "Barang siapa mempercepat (meninggalkan Mina) setelah dua hari, maka ia tak berdosa. Dan barang siapa mengakhirkannya tidak ada dosa (pula) baginya, (yakni) bagi orang yang bertakwa" (QS. Al-Baqarah: 203). Ia melontar jamrah pada tanggal 12 setelah tergelincir matahari dan keluar dari Mina sebelum matahari terbenam.

Bolehkah melontar jamrah diwakilkan?

Boleh bagi yang tidak mampu melontar sendiri, seperti orang sakit, lansia, wanita hamil, dan anak kecil. Wakil melontar untuk dirinya sendiri terlebih dahulu di setiap jamrah, kemudian untuk orang yang diwakilinya.

Apa keutamaan haji?

Nabi ﷺ bersabda: "Siapa pun yang menunaikan ibadah haji tanpa berbuat keji dan bertindak fasik, maka ia pulang (tanpa dosa) seperti hari ketika ia dilahirkan oleh ibunya" (al-Bukhari dan Muslim), dan (maknanya): "Haji mabrur tidak ada balasan baginya selain surga" (al-Bukhari dan Muslim).

Halaman terkait

Disarikan dari hadis Jabir -raḍiyallāhu ‘anhu- tentang sifat haji Nabi ﷺ (Sahih Muslim 1218) dan kitab-kitab manasik para ulama seperti Syekh Ibnu Baz dan Syekh Ibnu ‘Utsaimin -raḥimahumallāh-. Jika para ulama berbeda pendapat, setiap pendapat disandarkan kepada pemiliknya. Terjemahan Al-Qur’an: Kementerian Agama RI (QuranEnc). Hadis: HadeethEnc jika tersedia, selain itu terjemahan makna; terjemahan doa adalah terjemahan makna.

حجاج بيت الله الحرام ، تقبل الله منكم صالح الأعمال وكل عام وأنتم بخير .. يمكنكم الأن تقييم حملات الحج وابداء الملاحظات لحجاج الأعوام القادمة

Close Welcome Bar